Yang terlupakan

Kadang begitu tergelitiknya diri melihat apa yang telah diperoleh. Menjadikannya begitu kecil daripada keberhasilan yang diperoleh. Begitu congkaknya hati memandang kemampuan diri, mendambakan esensial yang lain.

Sejujurnya, ketidakcukupan hati yang begitu maruknya, terkadang harus dihadapi dengan rasa syukur yang mendalam. Orang sering membandingkan kesyukuran dengan apa yang diperoleh orang lain, namun bagiku, pembanding sejati adalah dengan diri sendiri.

Malam ini, entah bagaimana diri ini bergerilya dalam sebuah “dunia”. Hal-hal terasa datang bagaikan menerkam, menculik dalam kegelisahan. Namun rasa syukur menyadarkan betapa berbahayanya diri ini. Bahwa berharap terkadang bisa begitu berbahaya.

… dan menyakitkan.

Berhati-hatilah pada harapanmu. Karena ia akan menjadi nyata, berhati-hatilah pada mimpimu. Semoga menjadikan diri lebih bijak dalam berharap. :)

Sang Petaruh

Tidak ada kekalahan bagi seorang yang bertaruh dengan hatinya. Karena baginya, selalu ada tempat untuk mewujudkan tujuan sejatinya.

Tidak ada kemenangan bagi seorang yang bertaruh dengan harga dirinya. Karena baginya, semua tempat begitu sempit bagi pikiran piciknya.

Terkadang, melihatnya terasa begitu tak adil. Begitu skeptis. Begitu meragunya akan kebulatan hati sang Petaruh Hati. Kuatkah ia? Karena orang-orang seperti inilah yg semakin menghilang dari peradaban. Bila kegagalan ini menerkamnya, maka dunia kembali kehilangan satu hati yang bernalar.

Mungkin saja hati sang Petaruh Harga Diri lebih bernalar dari sang Petaruh Hati, namun ia takkan dengan mudahnya mempertaruhkan harga dirinya dan mempersembahkan pada kemenangan bila itu benar.

Saya yakin, Tuhan akan memberikan yg terbaik bagi suatu kaum. Bisa terbaik itu berupa keburukan, bisa pula berupa kebaikan. Sang kaumlah yang menentukan dan mempertanggungjawabkan pada tuhannya.

Saat ini, terdengar begitu sunyi dan temaram. Sang taman surga kini menjadi pemakaman. Sang kaum terusir dari dirinya sendiri. Dan sang Petaruh Harga Diri begitu tinggi memposisikan dirinya dengan cibiran dan cemoohan yang tak bisa dilihatnya. Karena tanpa ia sadari, matanya telah terpejam. Bahwa sesungguhnya ia telah mati dan tuhan telah mencabut paksa tanggung jawabnya. Tanpa peringatan.

Destiny : ketika tuhan memanggil

March, 23rd 2013

Akhir-akhir ini merenungi diri sendiri. Begitu gelap dan rapuh, mecengkram matahari pun tak mampu. Kita selalu tahu saat dimana Tuhan memanggil, selebihnya keputusan kita. Yang kuyakini, seorang yg mengingat Tuhannya mengetahui dirinya.

Entah apa membuatku lelah berpaling dari diriku, lelah hidup mendharmabaktikannya pada org lain. Hingga kusadari, karena aku salah memberi tujuan dalam hidup. Adalah sebuah kalimat bahwa tujuan yg rendah, tujuan yg singkat, tujuan yg dekat, hanya akan menghasilkan buah pemikiran yang sempit. Menghasilkan kesuksesan yg tak bernilai, saat ini hepi, bsk masih ingin dipuaskan dengan keinginan lain. Satu-satunya strategi melawan kehausan diri adalah membuat tujuan hidupmu begitu tinggi dan agung, sesuatu yg hanya bs kau peroleh sebagai sebuah “final result”. Sebuah saat dimana bila kau memperolehnya atau tidak, itu tdk akan mengakhiri hari-harimu. Karena mungkin saja itu akhir dari segala akhir.

Yah, bila tidak paham dengan penalaranku, secara gamblang kunyatakan, tujuan itu adalah mempersiapkan hidup di akhirat.

Aku memilih hidup bersanding dengan sebuah tujuan tanggung jawab yg besar, namun dengan tujuan yg Tuhan sebagai penjaganya.

Hari-hari ke depan akan menghadirkan pilihan-pilihan sulit. Bara api tergenggam akan semakin berkobar. Di saat itu, melihat kelemahan dan kekurangan diri lebih penting dari menjudge keburukan orang lain, lebih penting dari melihat kekurangsuksesan apa yg dihadapi.

Tuhan telah mendefinisikan keberhasilan, kegagalan, misi, dan arah dengan begitu cantiknya, begitu berbedanya. Manusia sebagai kuncinya, mampukah merelakan dirinya? Mendharmabaktikan diri pada Tuhannya?

I really love the times we shared all together. Make our wish to be true, God blessed the way we are. Amin.

I really love the times we shared all together. Make our wish to be true, God blessed the way we are. Amin.

Puff cheese fondue (kamis) - cek menu harian lainnya di pizza hut terdekat dgn harga belasan ribu rupiah.  Dijamin kuenyang.

Puff cheese fondue (kamis) - cek menu harian lainnya di pizza hut terdekat dgn harga belasan ribu rupiah. Dijamin kuenyang.

Funny speaker. Love it much!


Speaker ini lebih bagus buat pemberian daripada konsumsi pribadi

Funny speaker. Love it much!


Speaker ini lebih bagus buat pemberian daripada konsumsi pribadi

“Do you hear the people sing
Lost in the valley of the night?
It is the music of a people
Who are climbing to the light.

For the wretched of the earth
There is a flame that never dies.
Even the darkest night will end
And the sun will rise.” 

Hugo~Les Miserables

Mistery box :

You don’t know what you get until you open it. Just do it ♡

Mistery box :

You don’t know what you get until you open it. Just do it ♡

Little happiness in such a crazy moment. Love it! Family time~

Little happiness in such a crazy moment. Love it! Family time~